PostHeaderIcon Sindo, 25 September 2016, Sertifikasi Tenaga Ahli di Jatim Terkendala Pusat

sindo-25-september-2016-sertifikasi-tenaga-ahli-di-jatim-terkendala-pusat

SURABAYA– Sertifikasi tenaga ahli di Jawa Timur berjalan lamban. Kebijakan pemerintah yang menarik kewenangan sertifikasi ke pusat menjadi penyebabnya.
Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf menuturkan, setiap tahun ada 11.000 sarjana teknik. Mereka harus tersertifikasi. Namun karena lembaga sertifikasi berada dan menjadi kewenangan pusat, hal ini membuat banyak di antara lulusan sarjana teknik bekerja tidak sesuai bidangnya.
”Kami terus mendorong hadirnya tenaga kerja profesional, terutama di bidang konstruksi. Banyak tenaga ahli punya pengalaman, keahlian standar luar negeri namun belum tersertifikasi. Penyebabnya itu tadi, sertifikasi menjadi kewenangan pusat,” ujar Gus Ipul, usai membuka Seminar Nasional bertema ”Mengatasi Krisis Tenaga Ahli Konstruksi Bersertifikat di Indonesia” di Hall Universitas Narotama (Unnar) Surabaya, kemarin.
Gus Ipul mengaku akan melobi pusat supaya kewenangan sertifikasi diberikan lembaga di Jatim. Menurutnya, Provinsi Jatim siap jika diberi kewenangan membentuk lembaga sertifikasi. Langkahnya dengan menggandeng Asosiasi Profesi, Lembaga Sertifikasi Profesi maupun Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Selengkapnya silahkan kik  link dibawah ini :
http://www.koran-sindo.com/news.php?r=4&n=54&date=2016-09-25
sindo-25-september-2016-sertifikasi-tenaga-ahli-di-jatim-terkendala-pusat_1

 

PostHeaderIcon Radar, 25 September 2016, Dipaksa dengan Kontrak Baru

radar-25-september-2016-dipaksa-dengan-kontrak-baru

PENGASUH Rubrik Bincang Hukum Radar Surabaya yang budiman. Mohon maaf sebelumnya, saya ingin ikut bertanya soal nasib saya di tempat saya bekerja. Awalnya saya diterima di sebuah perusahaan swasta di daerah Gresik, dengan sistem kontrak. Untuk itu saya sudah menandatangani perjanjian kerja di perusahaan tersebut, dengan jangka waktu selama 1 (satu) tahun.
Namun ketika saya bekerja berjalan 3 bulan, tiba-tiba perusahaan ingin mengubah perjanjian secara sepihak, dari yang semula 1 tahun menjadi 6 (enam) bulan. Saya dipaksa untuk segera menandatangani perjanjian tersebut, dengan diberi catatan jika tidak saya tandatangani perjanijian perubahan itu, saya akan dikeluarkan dengan alasan bahwa saya telah melakukan pembangkangan.
Untuk pengasuh ketahui, sejatinya saya sangat butuh pekerjaan, karena itu saya merasa keberatan, untuk menandatangani perjanjian perubahan masa kontrak kerja saya dari 1 tahun menjadi 6 bulan. Pertanyaan saya, apakah yang dilakukan oleh perusahaan tersebut dibenarkan oleh hukum, dan bagaimana hukum mengatur hak saya sebagai pekerja dalam kondisi seperti itu?
Atas jawabannya saya sampaikan terima kasih.
Waluyo Di: GresikJantung

radar-25-september-2016-dipaksa-dengan-kontrak-baru_1

PostHeaderIcon Surya, 24 dan 25 Sept 2016, Surya, 25 Sept 2016, Tenaga Ahli Konstruksi Bersertifikat Minim

surya-24-sept-2016-krisis-tenaga-ahli-konstruksi-bersertifikat-jatim-butuh-40-ribu-orang

surya-25-sept-2016-tenaga-ahli-konstruksi-bersertifikat-minim

SURYA.co.id | SURABAYA – Minimnya tenaga ahli konstruksi bersertifikat di Indonesia diungkapkan Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat pidato di Seminar Nasional bertajuk “Mengatasi Krisis Tenaga Ahli Konstruksi Bersertifikat di Indonesia (Proyek Byk – Tenaga Ahli Kurang)” di Universitas Narotama, Surabaya, Sabtu (24/9/2016).

“Terus terang kita kekurangan, terutama untuk Jatim yang terus tumbuh. Melalui seminar ini harapannya ada langkah-langkah yang jelas bagaimana mempercepat tenaga ahli bersertifikat. Sampai hari ini kendalanya ada di penguji dan anggarannya,” katanya. Selengkapnya silahkan klik link dibawah ini :

http://surabaya.tribunnews.com/2016/09/24/krisis-tenaga-ahli-konstruksi-bersertifikat-jatim-butuh-40-ribu-orang

surya-24-sept-2016-krisis-tenaga-ahli-konstruksi-bersertifikat-jatim-butuh-40-ribu-orang_1surya-24-sept-2016-krisis-tenaga-ahli-konstruksi-bersertifikat-jatim-butuh-40-ribu-orang_2surya-25-sept-2016-tenaga-ahli-konstruksi-bersertifikat-minimsurya-25-sept-2016-tenaga-ahli-konstruksi-bersertifikat-minim_1